Di Kota Surakarta terdapat Stadion Manahan. Di stadion ini sering digelar pertandingan sepak bola, baik dalam tingkat nasional maupun internasional. Saat pertandingan berlangsung, sering terdengar sorak-sorai para penonton, terlebih ketika pemain mencetak gol. Sorak-sorai ini merupakan ekspresi sukacita karena kemenangan.
Dalam Kitab Mazmur 100, pemazmur mengajak umat untuk beribadah kepada TUHAN dengan sorak-sorai. Mengapa? Karena TUHAN adalah sumber sukacita. Begitu banyak kebaikan yang dialami oleh umat-Nya, bahkan diizinkan untuk beribadah pun sudah menjadi alasan untuk bersukacita. Kebaikan TUHAN yang sempurna nyata dalam karya penyelamatan-Nya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya umat beribadah dengan sorak-sorai. Sayangnya, ada banyak orang yang tidak mampu bersukacita dan bersorak-sorai. Sukacita mereka dirampas oleh kekhawatiran, kemarahan, kepahitan, duka yang mendalam, kesepian, dan lain-lain.
Sahabat Senior, pemazmur mengingatkan kita untuk bersorak-sorai dan bersukacita. Jika kita renungkan, bukankah ada begitu banyak kebaikan yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita? Tidak mungkin kita mampu menghitung kebaikan Tuhan. Oleh karena itu, jangan biarkan perasaan-perasaan negatif merampas sukacita dan sorak-sorai kita bagi Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, ajar kami untuk senantiasa bersukacita dan dengan sorak-sorai memuji-Mu karena Engkau sungguh baik. Amin.
