Nadya dan Andi telah berpacaran hampir dua tahun. Di tengah tekanan lingkungan pergaulan yang semakin bebas, termasuk dari Andi sendiri, Nadya tetap teguh memegang komitmennya untuk menjaga kekudusan dalam hubungan mereka. Ia menolak permintaan Andi untuk melakukan hal-hal yang melanggar prinsip imannya, meskipun Andi mulai merasa tidak nyaman dan menyebut Nadya “terlalu religius” atau “tidak dewasa”. Akhirnya, Andi memutuskan hubungan mereka. Nadya terluka, bukan karena ia bersalah, melainkan karena ia berdiri teguh pada kebenaran dan Nadya tidak menyesal.
Petrus menulis kepada orang-orang percaya yang sedang mengalami tekanan dan ketidakadilan. Ia membedakan penderitaan yang timbul karena kesalahan sendiri dan penderitaan karena kebenaran. Yang berkenan kepada Allah adalah ketika kita menanggung penderitaan karena melakukan apa yang benar, bukan karena kita melakukan hal yang salah. Petrus memandang kepada Kristus sebagai teladan tertinggi. Yesus menderita bukan karena bersalah, tidak membalas ketika dihina, dan memercayakan segala sesuatu kepada Bapa. Lebih dari sekadar teladan, penderitaan-Nya menjadi dasar keselamatan kita. Ia memikul dosa kita agar kita dapat hidup dalam kebenaran.
Youth, beranilah untuk tetap hidup benar sekalipun harus menderita. Cara hidup seperti ini layak dipertimbangkan sebagai pilihan terbaik dalam menjalani iman di dalam Kristus. Satu hal yang pasti, Tuhan peduli, Tuhan mengetahui, dan Ia akan bertindak bagi setiap anak- anak-Nya yang hidup benar.
- Keteladanan apa yang harus kita ikuti dari Yesus menurut Rasul Petrus?
- Pernahkah kamu mengalami penderitaan yang bukan karena kesalahanmu?
Pokok Doa: Berani menderita karena berbuat benar.
