Bandingkanlah dua peristiwa berikut. Pertama, kamu adalah orang asing yang harus merantau ke tempat yang jauh. Kamu belum mengetahui arah jalan, tidak mengetahui situasi, dan tidak mengenal siapa pun. Kedua, kamu juga adalah orang asing yang merantau ke tempat yang jauh. Kamu belum mengetahui apa pun, tetapi kamu memiliki saudara dekat yang tinggal di sekitar tempatmu. Manakah yang membuatmu lebih tenang? Pasti yang kedua. Mengapa? Karena ada saudara dekat. Kehadiran orang yang dikenal selalu membawa ketenangan, bahkan mampu mengusir rasa khawatir, takut, dan gelisah.
Daud menyaksikan kehadiran TUHAN sebagai Gembala yang tidak pernah meninggalkan domba-domba-Nya. Bukan hanya di tempat yang baik—padang rumput hijau, air yang tenang, pemulihan jiwa, dan jalan yang benar—tetapi juga ketika hal-hal terburuk terjadi, seperti di lembah kekelaman, saat bahaya mengancam, dan ketika berhadapan dengan lawan-lawan. Semakin berat kondisi yang dihadapi, semakin Sang Gembala mendekat. Karena itu, Daud mengubah kata ganti saat menyebut Sang Gembala, dari “Ia” (kata ganti orang ketiga) menjadi “Engkau” (kata ganti orang kedua). Perubahan ini menunjukkan kedekatan yang semakin nyata, justru pada saat berada dalam bahaya. Youth, kekhawatiran dan ketakutan dapat datang kapan saja.
Namun, domba yang baik selalu meyakini bahwa kehadiran Sang Gembala sudah cukup untuk membuat hidup dipenuhi ketenangan dan sukacita. Domba-domba Kristus yang baik akan senantiasa mengenali suara Sang Gembala.
- Mengapa pemazmur kemudian menyebut Sang Gembala dengan “Engkau”?
- Lembah kekelaman apakah yang pernah kamu rasakan?
Pokok Doa: Tetap tenang dalam segala perkara bersama Tuhan, Sang Gembala.
