Salah satu hal yang paling mengecewakan dalam persahabatan adalah ketika kita dikhianati. Kita sangat percaya kepada teman, menceritakan segala hal kepadanya, tetapi ternyata ia membocorkan cerita itu kepada orang lain.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita tentang pentingnya memiliki integritas, yakni bersikap jujur dan apa adanya. Tuhan Yesus menegur keras orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka hanya mengajarkan hal yang baik, tetapi tidak melakukannya. Mereka menuntut orang lain berbuat baik dan benar, sementara mereka sendiri jauh dari kebenaran. Yang lebih parah, mereka menjadi orang yang munafik. Mereka tampak benar di depan orang banyak, tetapi perilaku mereka sebenarnya penuh dengan kelaliman. Mereka menindas orang lain serta berbuat tidak adil dan semena-mena. Perbuatan mereka memang tidak diketahui orang banyak, tetapi tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Ia mengetahui segala yang baik maupun yang buruk dalam diri manusia.
Teens, integritas bukan hanya diperlukan oleh orang dewasa atau orang tua. Kamu pun perlu memiliki integritas, yaitu hidup dengan jujur serta selaras antara perkataan dan perbuatan. Jadilah pribadi yang sungguh-sungguh melakukan firman Tuhan, bukan hanya tampak melakukannya. Jika kita mengatakan kepada orang lain bahwa tidak boleh mencuri atau berbohong, maka seharusnya kita sudah mempraktikkannya terlebih dahulu. Jangan sampai kita menuntut orang lain jujur, sementara kita sendiri suka berbohong. Jika kita tidak suka rahasia kita dibocorkan orang lain, maka kita juga harus menjaga rahasia yang dipercayakan kepada kita. Itulah yang disebut integritas: tidak hanya berbicara tentang kebenaran, tetapi juga melakukannya. Mulailah untuk menjaga integritas sejak kita muda.
