Pernahkah kamu melihat seseorang yang nyaris tenggelam di kolam renang? Orang itu berusaha mengeluarkan kepalanya dari dalam air agar dapat muncul ke permukaan. Ia berusaha mengangkat tangan atau menggerakkan tubuhnya supaya tetap di atas air, sering kali juga disertai dengan teriakan, “Tolong… tolong!”
Hidup dalam penderitaan dan dosa itu seperti orang yang hampir tenggelam. Kita tidak dapat menolong diri sendiri. Kita membutuhkan pertolongan. Kata Hosana dalam bahasa Ibrani berarti “tolong selamatkan kami” atau “selamatkanlah kami, ya Tuhan.” Ucapan ini menunjukkan bahwa umat sudah tidak sanggup lagi berada dalam tekanan dan kesusahan. Karena itu, ketika Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem, mereka berseru, “Hosana bagi Anak Daud.” Hosana juga merupakan pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias yang selama ini mereka nantikan. Harapan akan pembebasan tidak lagi menjadi harapan kosong. Keselamatan terbukti hadir dalam diri Yesus. Teriakan sorak-sorai yang disertai dengan menebarkan ranting pohon palma di jalan pun mereka lakukan. Daun palma merupakan simbol kemenangan. Bertolak dari peristiwa ini, satu minggu sebelum Paskah kita kenang sebagai Minggu Palma, untuk mengingat peristiwa ketika Tuhan Yesus masuk ke Yerusalem.
Teens, apakah saat ini kamu berada dalam situasi seperti umat yang merindukan kehadiran Mesias dalam hidupmu? Mungkin kamu sedang mengalami ketakutan karena banyak hal yang memenuhi pikiran dan hatimu. Atau kamu sedang merasa kalah dan tak berdaya karena persoalan yang kamu hadapi? Percayalah, ada Tuhan yang menjadi Juruselamatmu. Ia akan menyelamatkan dan membawa kamu kepada kemenangan. Berdoalah dan katakan kepada Tuhan, “Tuhan, selamatkanlah aku. Aku percaya Engkau Tuhan yang baik. Engkau pasti menyelamatkanku.”
