Seorang remaja ditelepon oleh orangtua sahabatnya, “Kami memerlukanmu untuk segera ke rumah sakit karena anak kami sakit. Kami berharap kedatanganmu dapat memberikan semangat.” Teman yang ditelepon pun bergegas ke rumah sakit. Ia menemui dan menemani sahabatnya untuk beberapa saat. Sahabat yang sakit itu merasa terhibur dan dikuatkan.
Situasi “darurat” terkadang juga terjadi dalam perjalanan pelayanan Tuhan Yesus Hal ini, misalnya, terjadi saat Yesus hendak memasuki Kota Yerusalem. Dalam perjalanan tersebut, apa yang telah dinubuatkan oleh Nabi Zakharia harus digenapi, yaitu seorang Raja akan datang mengendarai seekor keledai (Zakharia 9:9). Karena itu, Tuhan Yesus memerintahkan dua murid-Nya untuk pergi ke kampung di depan mereka dan mengambil seekor keledai yang tertambat. Jika ada yang bertanya, mereka harus menjawab, “Tuhan memerlukannya.” Kedua murid itu pun taat pada perintah Tuhan. Mereka pergi, lalu melihat ada seekor keledai tertambat, dan mereka membawanya kepada Tuhan Yesus.
Teens, untuk dapat melihat dan merasakan karya Tuhan dalam hidup, diperlukan ketaatan—taat pada perintah Tuhan yang kadang tampak tidak masuk akal. Tuhan memerlukan kita untuk melayani sesama, menjaga alam semesta, dan menjadi saksi kebaikan-Nya. Di atas segalanya, Tuhan memerlukan hati yang taat, yang meskipun terkadang ketaatan itu berisiko, tetap memilih untuk taat. Misalnya, menolong teman yang benar-benar sedang susah mungkin berisiko. Kamu bisa dianggap mencari perhatian atau sok malaikat. Namun, dalam Tuhan, itu indah dan menyenangkan hati-Nya. Kabar baiknya, ketika Tuhan memerintahkan, Ia tidak membiarkan kita kebingungan sendiri. Tuhan selalu punya cara untuk memperlengkapi kita agar ketaatan kita menjadi sempurna.
