“Teman-teman, yuk kita berlatih paduan suara untuk peringatan hari Kartini minggu depan! Seperti permintaan Ibu Lina, kalian bernyanyi, aku akan memainkan musik,” ajak Didi. ”Malas, ah. Sana kamu saja yang berlatih,” jawab Anita.
Adik-adik, mari kita membaca Matius 25:24-30! Dalam perumpamaan tentang talenta, sang tuan menegur hamba yang dipercaya untuk men jalan kan satu talenta. Hamba yang menerima satu talenta dikatakan sebagai hamba yang jahat dan malas. Mengapa? Hamba tersebut tidak menjalankan talenta itu sama sekali, bahkan menuduh tuannya jahat karena dianggap menuai di tempat tuannya tidak menabur. Padahal sang tuan sudah berbaik hati memberikan talenta kepada setiap hambanya sesuai kemampuan masing-masing.
Adik-adik, Tuhan mengaruniakan talenta bagi setiap orang. Yang penting bukanlah banyak atau sedikit talenta yang kita miliki, tetapi tentang kesetiaan untuk menjalankan dan mengembangkan talenta yang Tuhan percayakan kepada kita.
Doa: Bapa di surga, aku tidak mau menjadi seperti hamba yang jahat dan
malas.Tolong aku, Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa. Amin.
