Salah satu benda penting yang harus kita bawa ke mana-mana adalah kartu identitas. Tanpa kartu identitas, akan banyak kesulitan yang kita temui. Sebab, pada umumnya, salah satu persyaratan untuk berbagai urusan adalah kartu identitas kita.
Kalau kita menyebut diri sebagai orang Kristen, apa yang menjadi penandanya, yang menunjukkan identitas kita? Dibaptis? Ya! Beribadah? Ya! Berdoa? Ya! Namun, yang juga tidak kalah penting adalah mengampuni!
Ketika Petrus bertanya kepada Tuhan Yesus, “Berapa kali aku harus mengampuni? Tujuh kali?” Tuhan Yesus menjawab, “Bukan tujuh kali, melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Sebuah angka yang menunjukkan bahwa mengampuni adalah gaya hidup yang harus terus dilakukan. Kita perlu melatih diri secara terus-menerus sampai memiliki hati yang mau mengampuni. Mengampuni bukan lagi soal berapa kali kita sudah melakukannya, melainkan soal hati yang terlatih untuk mengampuni. Mengampuni juga bukan soal perasaan, melainkan soal ketaatan. Terkadang memang berat di awal, apalagi jika kita masih mengingat kesalahan seseorang. Namun, ajaran Tuhan dalam Doa Bapa Kami, “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami,” mengingatkan bahwa pengampunan dari Tuhan diterima apabila kita juga telah mengampuni mereka yang bersalah kepada kita.
Teens, adakah orang yang saat ini harus kamu ampuni? Seberapa dalam kesalahan atau kejahatan yang ia perbuat sehingga rasanya begitu berat untuk mengampuni? Tuhan memahami kecewa dan lukamu. Tuhan mau kamu sembuh! Maukah kamu datang kepada Tuhan dan meminta-Nya menyentuh hatimu agar kamu mau mengampuni orang itu? Langkah pertama menuju pemulihan diri adalah mengampuni orang yang bersalah kepadamu. Anugerah Tuhan akan memampukanmu
