Pada masa kini, media sosial seolah tak terpisahkan dari kehidupan kaum muda. Berbagai macam hal dibagikan kepada publik. Dalam mengunggah konten di media sosial, setiap orang memiliki ciri khasnya masing- masing. Ada orang yang senang memamerkan kehidupan pribadi, ada yang serius membagikan pengetahuan, dan ada juga yang mengunggah berbagai hal tanpa tujuan.
Pemazmur menyatakan bahwa ia akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Pernyataan tersebut merupakan pengakuan iman yang lahir dari pengalaman nyata akan pertolongan Allah. Pernyataan ini tidak muncul dari situasi nyaman, melainkan dari keadaan terdesak, ketika pemazmur berada di ambang keputusasaan dan ancaman maut. Dalam tekanan yang berat, ia percaya bahwa hidupnya selamat dalam tangan TUHAN. Keselamatan yang dialami oleh pemazmur mengarahkannya pada kesaksian. Ia bertekad untuk memberitakan karya TUHAN melalui perkataan, sikap, dan seluruh hidupnya. Pemazmur menyadari bahwa hidup yang dijalaninya bukan hasil kekuatannya sendiri, melainkan anugerah Allah yang menyelamatkan. Hidup tidak dipahami sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai sarana untuk memuliakan TUHAN.
Youth, pemazmur mengajarkan kepada kita bahwa setiap napas kehidupan adalah kesempatan untuk bersaksi tentang pertolongan dan kebaikan Tuhan yang telah kita alami. Jika kita menggunakan media sosial, manfaatkanlah sebagai sarana untuk menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan kepada banyak orang. (EDP)
- Mengapa pemazmur ingin menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan?
- Pengalaman apa yang membuatmu ingin menceritakan tentang Tuhan?
Pokok Doa: Menceritakan kebaikan Tuhan di berbagai kesempatan.
