Ada sebuah legenda tentang Candi Prambanan, yaitu kisah Bandung Bondowoso yang jatuh cinta dan ingin menikahi Roro Jonggrang. Namun, Roro Jonggrang menetapkan syarat: ia bersedia menikah dengan Bandung Bondowoso jika ia sanggup membangun seribu candi yang harus selesai sebelum matahari terbit. Persyaratan itu sangat berat, tetapi Bandung Bondowoso berusaha melakukannya karena hatinya diliputi rasa cinta kepada Roro Jonggrang. Apa yang dilakukan Bandung Bondowoso ini menunjukkan bahwa cinta memang memiliki kekuatan luar biasa untuk melakukan hal-hal besar. Apa yang menurut pemikiran manusia mustahil, dapat menjadi mungkin karena kekuatan cinta.
Kekuatan cinta yang maha dahsyat juga digambarkan oleh Salomo dalam teks Alkitab yang kita baca. Dikatakannya, “Kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai- sungai tak dapat menghanyutkannya”. Betapa dahsyatnya cinta hingga dapat membuat seseorang melakukan hal-hal yang luar biasa bagi orang yang dicintainya.
Sahabat Senior, jika kita renungkan, bukankah kedahsyatan cinta Tuhan nyata dalam diri Tuhan Yesus? Dia mengalahkan kuasa maut agar kita beroleh kehidupan sejati. Karena itu, mari kita syukuri cinta kasih Tuhan dan berdoa agar kita dimampukan untuk mencerminkan cinta kasih Tuhan dalam hidup kita.
DOA:
Ya Tuhan, kami bersyukur untuk dahsyatnya cinta-Mu dalam diri Tuhan Yesus. Mampukan kami memancarkan cinta-Mu bagi keluarga dan sesama. Amin.
