“Karena nila setitik, rusak susu sebelanga.” Peribahasa ini mengandung makna bahwa sebuah kesalahan kecil dapat berdampak luas dan merusak keseluruhan kebaikan. Jangan sampai karena kesalahan yang tampak sepele, hidup yang telah dibangun dengan baik justru menjadi rusak dan kehilangan maknanya.
Pesan yang senada disampaikan oleh Rasul Paulus ketika menasihati jemaat di Korintus agar sungguh-sungguh menjauhi dosa. Dosa, betapa pun kecilnya, dapat menggerogoti segala yang baik. Dosa diibaratkan seperti racun: sedikit saja, tetapi mampu mematikan seluruh tubuh. Ia juga seperti ragi; meskipun jumlahnya kecil, pengaruhnya meresap ke seluruh adonan dan mengubah keseluruhannya. Karena itu, Paulus mengingatkan agar umat percaya menghidupi Kristus sebagai Domba Paskah, yakni hidup sebagai roti yang tidak beragi. Artinya, hidup yang dimurnikan dan dibenarkan. Hidup yang dimurnikan dan dibenarkan di dalam Kristus harus diperjuangkan dengan kesungguhan. Dosa, apa pun bentuknya dan di mana pun tempatnya, selalu membawa kerusakan dan kehancuran. Sebaliknya, membentengi diri dengan nilai-nilai Kristus akan menjaga kita tetap hidup dalam kemurnian dan kebenaran.
Youth, hidup kita telah ditebus oleh Tuhan. Dialah napas kehidupan kita setiap saat. Tanpa Tuhan, kita tidak akan pernah benar-benar ada dan bermakna. Sebaliknya, dosa justru menuntun manusia pada kehancuran. Karena itu, jangan biarkan dosa merusak hidup kita. Marilah kita mengambil komitmen untuk hidup dalam kemurnian dan kebenaran.
- Dosa apakah yang terjadi dalam jemaat di Korintus?
- Apakah kamu sedang berada dalam kuasa dosa dan berusaha untuk lepas?
Pokok Doa: Memohon agar dimurnikan dan dibenarkan.
