Sakit dan terluka merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan. Sekuat-kuatnya seseorang, ketika ia sakit dan terluka, hal itu membuatnya lemah, terbatas, dan tak berdaya. Meskipun kita berharap dan mengupayakan hidup sehat, sakit dapat menimpa siapa saja tanpa pandang bulu. Sakit dan luka di sini bukan hanya sakit fisik, tetapi juga sakit dan luka batin. Sakit fisik dapat terjadi karena jatuh, pusing, stroke, dan lain-lain. Luka batin kita alami mungkin karena ditinggalkan, kecewa, atau tidak dihargai, dan lain-lain. Ketika seseorang tidak bisa mengelola sakit dan lukanya, rasa sakit itu membuatnya menjadi sensitif, bahkan berpotensi melukai orang lain.
Hamba TUHAN dalam bacaan hari ini adalah sosok yang menderita kesakitan yang begitu mendalam. Ia ditikam, dihina, dan direndahkan. Namun, Hamba TUHAN ini mampu mengelola sakit dan lukanya serta mentransformasi keduanya untuk menyembuhkan orang lain. Ayat 5 mengungkapkan, “… dan karena bilur-bilurnya kita disembuhkan.”
Sahabat Senior, kelemahan fisik dan batin sangat mungkin menjadi pengalaman kita. Tidak hanya berkat dan pengalaman baik saja yang bisa kita pakai untuk menolong sesama. Mari kita belajar dari Hamba Tuhan agar dimampukan untuk mengelola dan mentransformasi sakit kita menjadi kekuatan untuk menyembuhkan sesama melalui doa dan perhatian kita.
DOA:
Ya Tuhan, ketika kami sakit dan terluka, berilah kami ketangguhan dan kemampuan untuk mengelolanya menjadi kekuatan untuk memulihkan sesama kami. Amin.
