Menjaga kekudusan bukan hanya perintah untuk orang dewasa. Banyak remaja berpikir, “Nanti saja serius sama Tuhan kalau sudah dewasa.” Padahal Tuhan memanggil kita untuk hidup kudus sejak muda. Kekudusan bukan soal umur, melainkan soal sikap hati di hadapan Tuhan. Godaan seksual dan ketidakmurnian hidup begitu nyata. Pornografi, seks bebas, pergaulan yang tidak sehat, serta tontonan yang menormalkan dosa hadir di sekitar kita. Hal-hal tersebut harus direspons dengan tegas.
Timotius masih muda ketika dipanggil menjadi pelayan, dan Tuhan menginginkannya menjadi teladan dalam kesucian. Timotius diminta untuk memilih yang benar sejak masa mudanya. Menjaga kekudusan di masa muda bukanlah hal yang mudah bagi Timotius. Tantangan dan godaan kerap datang, dan sebagai orang muda pastilah Timotius bergumul. Paulus mengingatkan Timotius untuk terus belajar dari firman Tuhan. Ia diminta untuk bertekun dalam membaca, membangun, dan mengajar. Apa yang dilakukan Timotius dengan menggumuli serta mempraktikkan firman Tuhan akan menolongnya tetap hidup kudus di tengah berbagai godaan duniawi.
Teens, kekudusan bukan sekadar menahan diri, tetapi juga menghargai diri sebagaimana Tuhan menghargai kamu. Tubuhmu bukan milik dunia, bukan milik nafsumu, melainkan milik Tuhan. Karena itu, isilah hatimu dengan firman Tuhan. Apa yang kamu lihat, dengar, dan pikirkan akan memengaruhi apa yang kamu lakukan. Jauhilah hal-hal yang dapat membuatmu jatuh. Jangan beri celah kepada dosa. Bangunlah komunitas yang mendorongmu untuk hidup benar, teruslah berdoa, bergantunglah kepada Roh Kudus. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kamu akan menjadi inspirasi bagi orang lain, sehingga bukan hanya kamu yang diselamatkan, tetapi juga orang lain yang Tuhan pertemukan denganmu.
