Di dunia yang semakin bebas, banyak orang bergumul dengan kelainan seksual seperti fantasi atau dorongan seksual yang menyimpang, identitas seksual yang kabur, serta ketagihan pada perilaku seksual yang ekstrem dan tidak sehat. Penyebab kelainan seksual ini dapat berasal dari keinginan sendiri, trauma di masa lalu, bahkan ada pula yang disebabkan oleh faktor bawaan sejak lahir. Ketika mengalami hal ini, seseorang dapat merasa kotor dan jijik terhadap dirinya sendiri, lalu bertanya, “Apakah Allah masih mau menerimaku?”
Perbuatan dosa memang memiliki konsekuensi. Namun, kasih Allah telah dinyatakan melalui karya penebusan Kristus bagi setiap orang berdosa. Paulus menuliskan bahwa beberapa orang di antara kamu adalah pencuri, penyembah berhala, orang cabul, pemabuk, dan orang tamak yang tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Namun demikian, dalam ayat 11b Paulus menekankan bahwa pertobatan mereka telah menguduskan mereka melalui baptisan. Apa pun status mereka di masa lalu, kini mereka diubah, dikuduskan, dan dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus serta dalam Roh Allah. Ini adalah anugerah yang luar biasa. Kasih Allah tetap menjangkau siapa pun yang penuh dosa dan mau bertobat.
Teens, nafsu yang menyimpang adalah dosa. Namun, dosa bukan akhir dari cerita. Lagi pula, dosa bukanlah jati dirimu. Tuhan bisa memulihkanmu. Yesus tidak datang untuk orang-orang yang sudah baik, tetapi untuk setiap orang berdosa yang mau diubah. Tidak ada luka, trauma, atau dorongan seksual yang terlalu gelap bagi kuasa kasih Tuhan. Tuhan bisa dan mau memulihkanmu. Mari bekerja sama dengan Roh Kudus agar kamu yang sedang mengalami pergumulan ini dapat dibebaskan melalui kuasa-Nya yang penuh anugerah. Datanglah pada Tuhan
