Ketika pertama kali masuk kerja, hampir semua rekan di kantor menertawakan cara Deni berbicara karena logat daerahnya yang sangat kental. Teman-teman kerjanya sering menggoda Deni dengan menirukan caranya berbicara. Namun, sikap ini berangsur berubah ketika mereka melihat kemampuan Deni menyelesaikan tugas. Bahkan ketika proyek mereka hampir gagal, Deni mampu memberikan usulan jalan keluar yang memuaskan. Meskipun memiliki kekurangan, berdasarkan kinerja dan kemampuannya, Deni mendapat kepercayaan lebih dari rekan dan atasannya.
Pemberitaan Paulus bahwa keselamatan dianugerahkan karena Yesus yang tersalib dianggap sebagai kebodohan oleh orang Yahudi dan orang bukan Yahudi. Seseorang yang mati di kayu salib adalah peristiwa aib yang memalukan. Namun, Allah membalikkan nilai-nilai dunia. Apa yang dianggap bodoh justru berharga dan bernilai sehingga mempermalukan orang yang meremehkannya. Sebab pemberitaan tentang Kristus yang tersalib adalah kekuatan dan hikmat Allah. Allah mengalahkan kebencian dan kuasa dosa dengan kasih yang memberi diri hingga menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib. Semua itu terjadi agar manusia diselamatkan. Atas dasar inilah manusia semestinya bermegah.
Youth, sebagaimana Allah memakai salib untuk menyatakan kuasa penyelamatan, Tuhan juga dapat memakai apa yang dipandang remeh atau hina oleh dunia untuk pekerjaan-Nya yang baik. Walau kamu merasa kecil atau tidak sempurna, Tuhan dapat memakai hidupmu untuk menyatakan berkat-Nya. Untuk itu, yang diperlukan adalah rasa percaya dan kesediaan untuk dipilih-Nya. Teruslah belajar dan mengembangkan kemampuanmu.
- Mengapa Allah memilih hal yang ”bodoh” untuk menggenapi kehendak-Nya?
- Pernahkan kamu merasa Tuhan memilihmu dalam kelemahanmu?
Pokok Doa: Berserah dan mengizinkan Tuhan memakai hidupmu.
