Sahabat Senior, ada fakta menarik tentang perkataan manusia. Ketika kita mendengar kata-kata negatif seperti “gagal”, “pemalas”, atau “tidak berguna”, otak kita akan memicu respons stres. Sebaliknya, kata-kata positif seperti “kamu bisa”, “kamu kuat, atau “semua akan baik-baik saja” dapat mengaktifkan dopamin dan serotonin, yaitu hormon yang membuat kita merasa bahagia dan tenang.
Teks Alkitab yang kita baca menggambarkan sosok hamba yang taat, setia, mau mendengar, serta percaya penuh kepada TUHAN. TUHAN memberikan “lidah seorang murid” kepada hamba-Nya, yaitu kemampuan berkata-kata dengan bijak, penuh kasih, dan tepat sasaran, untuk membangkitkan semangat bagi mereka yang sedang letih lesu. Sebelum menyampaikan penghiburan, ia perlu terlebih dahulu mendengar suara Allah, seperti seorang murid yang setia mendengarkan pengajaran sehingga beroleh hikmat.
Sahabat Senior, kata-kata memiliki kuasa yang besar: bisa menghidupkan harapan, atau sebaliknya, menghancurkan semangat. Dalam dunia yang penuh keluh kesah dan kesedihan, Tuhan memanggil kita untuk menjadi pribadi yang menguatkan dan menyembuhkan. Mari kita setia mendengarkan suara Allah, agar kita bisa mengeluarkan perkataan yang membangun, menenangkan, menghibur, dan memberi kekuatan bagi orang di sekitar kita.
DOA:
Tuhan, ajarlah kami untuk memiliki lidah seorang murid—yang tahu kapan harus berbicara, dan tahu bagaimana berkata-kata dengan hikmat dan kasih. Amin.
