Pagi itu Melani membagi-bagikan oleh-oleh dari keluarganya yang datang dari China untuk teman-temannya. Kiki senang sekali menerimanya. Kiki berterima kasih kepada Melani.
Adik-adik, Melani mau berbagi. Itu berarti ia murah hati. Kita juga mau belajar seperti Melani yang murah hati. Yuk, kita membaca Matius 20:8-15! Tuhan Yesus mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Ada seorang tuan yang membutuhkan banyak pekerja untuk bekerja di ladangnya. Di akhir masa kerja semua pekerja menerima upahnya. Si tuan memberi upah dengan adil. Upah yang diberikan sudah disepakati dengan pekerja. Si tuan punya hak untuk bermurah hati terhadap siapa pun yang sudah bekerja. Setiap pekerja adalah sama, mereka semua bekerja dan mendapat upah.
Adik-adik, Allah adalah Allah yang adil dan murah hati. Jadi tidak perlu iri terhadap orang lain. Allah mengasihi semua orang dan memberikan yang dibutuhkan sesuai kebutuhan masing-masing. Mari jadi anak yang murah hati seperti Allah.
Doa: Bapa di surga, ajar aku untuk murah hati seperti Engkau yang murah hati.
Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
