Semicolon atau tanda baca titik koma (;) menjadi simbol dalam gerakan kesehatan mental, yaitu harapan dan keberanian untuk berjuang hidup. Banyak orang merasakan betapa sakitnya mengalami kegagalan, dikecewakan, dikhianati, dan ditinggalkan. Banyak pula yang frustrasi oleh beban hidup yang dipikul, merasa putus asa, kehilangan arah, kesepian, dan tidak lagi memiliki harapan. Ada pula yang berpikir untuk menyakiti diri sendiri, bunuh diri, atau mencari pelarian hingga menjadi pecandu. Di tengah situasi demikian, bagaimana harapan dapat dinyalakan sehingga keberanian untuk berjuang kembali muncul?
Eutikhus adalah seorang pemuda yang hadir dalam pertemuan ketika Paulus berbicara panjang lebar. Hingga tengah malam Paulus berbicara, dan Eutikhus pun tertidur. Ruang pertemuan tempat mereka berkumpul berada di lantai atas, dan Eutikhus tertidur di dekat jendela. Pemuda itu kemudian terjatuh dari ruang atas ke bawah dan meninggal. Namun, Paulus turun dan mendapati pemuda itu. Ia merebahkan diri ke atas pemuda tersebut, mendekapnya, dan Eutikhus kembali hidup. Meski Eutikhus jatuh dari tempat yang sangat tinggi, ia tetap hidup karena Tuhan menolong melalui Paulus.
Youth, mungkin kamu atau orang di sekitarmu sedang merasa letih secara rohani dan emosional karena persoalan yang sangat berat. Ingatlah, seperti Eutikhus yang didekap Paulus dan tetap hidup, Tuhan pun selalu mendekapmu. Carilah dukungan dari orang-orang baik untuk menyalakan harapan dan membangkitkan daya juangmu untuk hidup. Masih ada harapan. Tuhan belum selesai dengan hidupmu. Kehidupan masih berlanjut.
- Bagaimana Paulus merespons Eutikhus yang jatuh?
- Siapakah orang yang bisa kamu dukung untuk menyalakan harapan hidupnya?
Pokok Doa: Bersyukur karena Tuhan terus mendekapku dan orang-orang yang jatuh.
