Berita-berita tentang korupsi di lembaga- lembaga pemerintahan, ketidakadilan, kekerasan, dan ketidakpedulian di tengah kehidupan masyarakat sering kali menimbulkan pertanyaan: Di mana Tuhan di tengah situasi ini? Keputusan para penyelenggara pemerintahan yang korup menimbulkan kerusakan lingkungan dan mengorbankan masyarakat kecil. Ambisi berkuasa melatarbelakangi peperangan yang mengorbankan banyak jiwa. Kejahatan seolah-olah begitu kuat sehingga kebaikan dan kebenaran tampak tidak berdaya.
Jemaat Kristen yang menerima Surat Wahyu dari Yohanes juga memiliki pergumulan serupa. Pemerintahan yang berkuasa bertindak jahat dan kejam terhadap orang-orang Kristen. Banyak orang Kristen kehilangan nyawa karena mempertahankan kebenaran dan iman mereka kepada Kristus. Di tengah situasi demikian, Yohanes mendapat penglihatan bahwa kerajaan-kerajaan dunia akan menjadi kerajaan milik Allah dan Kristus, yang diurapi-Nya. Allah akan memerintah sebagai Raja yang adil sampai selama-lamanya. Allah memberi upah kepada orang-orang yang setia kepada-Nya. Allah juga akan menghukum mereka yang membinasakan bumi. Umat beriman diajak untuk menjadi bagian dari pemerintahan Sang Raja.
Youth, sebagai umat Tuhan, kamu juga dipanggil untuk menjadi bagian dari pemerintahan-Nya. Kebenaran, kebaikan, keadilan, dan kasih adalah nilai-nilai dari pemerintahan Allah. Nilai-nilai ini tidak pernah usang atau mati. Sejatinya, umat manusia membutuhkan hidup di bawah nilai-nilai ini agar terwujud kepercayaan dan damai sejahtera. Mari, terus perjuangkan nilai-nilai Kerajaan Allah dalam kehidupanmu sehari-hari.
- Apa yang terjadi ketika Allah memerintah sebagai Raja?
- Apakah kamu hidup dengan kesadaran bahwa Allah adalah Raja dalam hidupmu?
Pokok Doa: Menjadi saksi kerajaan Allah di tengah dunia yang mencari kebenaran.
