Kata spirit berasal dari bahasa Latin spiritus, yang berarti “napas” atau “hembusan udara”. Dalam banyak budaya, semangat atau spirit dianggap sebagai napas kehidupan — sesuatu yang memberi energi, arah, dan daya tahan hidup. Penelitian menunjukkan bahwa semangat hidup lebih menentukan kelangsungan hidup seseorang dibanding kekuatan fisik. Mereka yang punya semangat hidup lebih mampu bertahan melewati kesulitan.
Nabi Yehezkiel menyampaikan nubuat penuh harapan tentang pemulihan total umat Israel — dari kehancuran total menuju kehidupan baru oleh kuasa firman dan Roh Allah. Pemulihan ini juga mencakup kebangkitan iman dan diperbaikinya hubungan antara umat dengan Allah. Allah tidak hanya membangkitkan umat Israel dari kehancuran material, tetapi juga membangkitkan hati yang patah, iman yang pudar, dan semangat yang padam. Kebangkitan rohani ini dapat terjadi karena Allah memberikan Roh-Nya ke dalam diri setiap umat-Nya.
Sahabat Senior, hidup bukanlah sekadar bernapas dan beraktivitas. Banyak orang tampak hidup, tetapi sebenarnya mati secara rohani: kehilangan harapan, semangat, arah, atau sukacita. Hari ini kita diingatkan akan janji Tuhan yang luar biasa: Ia memberikan Roh-Nya ke dalam kita dan membuat kita “hidup” secara rohani. Roh-Nya memberi semangat, sukacita, dan harapan.
DOA:
Ya Tuhan, biarlah Roh-Mu menghidupkan iman kami yang lemah dan mati, serta membangkitkan semangat dan harapan kami.
Amin.
