Jurang sering dianggap sebagai musuh alami bagi para pendaki gunung. Bahkan jurang dengan kedalaman beberapa meter pun mengancam keselamatan pendaki. Jika pendaki jatuh ke jurang, proses evakuasi bisa sangat sulit dan berisiko tinggi bagi tim penyelamat. Banyak jurang tidak bisa dijangkau dengan alat atau helikopter. Bagi pendaki, jurang bukan hanya halangan fisik, tapi juga ujian mental dan teknis.
Pemazmur berseru kepada TUHAN dari “jurang yang dalam”. Ungkapan ini adalah gambaran untuk keadaan yang sangat terpuruk baik secara rohani, emosional, maupun fisik. “Jurang” melambangkan dosa, keputusasaan, atau penderitaan yang amat berat. Pemazmur sedang tidak berada di kehidupan yang tenang, tetapi di kegelapan batin yang dalam. Di tengah keterpurukan itu, pemazmur berseru kepada TUHAN. Ini menunjukkan iman yang masih hidup, sekalipun dalam keadaan terendah. Seruan minta tolong ini menandakan bahwa pemazmur tahu bahwa hanya TUHAN yang bisa menyelamatkan.
Sahabat Senior, ada berbagai macam situasi yang dapat membuat kita merasa putus asa, terpuruk, atau tak berdaya, bagaikan berada di “jurang yang dalam”. Mungkin kita bergumul dengan masalah, penyakit, atau kesepian. Seperti pemazmur, berserulah kepada Tuhan. Ia sanggup mengangkat kita dari “jurang” yang terdalam sekalipun.
DOA:
Ya Tuhan, angkatlah kami dari jurang kesedihan, kesepian, kegalauan, dan keputusasaan. Kami percaya
Engkau mendengar seruan kami dan akan menolong. Amin.
