Media sosial saat ini dapat dimanfaatkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan seksualnya. Ada berbagai cara yang dilakukan orang untuk menarik perhatian agar tayangan yang dipostingnya dilihat banyak orang. Tayangan- tayangan pornografi masih menjadi daya tarik bagi sebagian orang yang berselancar di media sosial. Bahkan, beberapa platform menyediakan video, gambar, serta bentuk-bentuk pembelajaran seks yang tidak bertanggung jawab. Tidak jarang pula ada predator seksual yang berkeliaran di laman media sosial dan juga di permainan daring (game online). Karena itu, kita harus berhati-hati agar tidak terperangkap dalam tawaran-tawaran aneh dengan imbalan berupa poin atau hadiah dari permainan, yang menuntut kamu mengirimkan foto tanpa busana.
Dalam nasihat terakhirnya kepada jemaat di Filipi, Paulus mengingatkan umat agar senantiasa menjaga hidup mereka di dalam Tuhan. Paulus bahkan mengatakan bahwa Tuhan sudah dekat! Artinya, setiap hal dalam hidup akan memiliki konsekuensi bagi kita dan tujuan akhir hidup kita. Paulus menasihati agar kita memilih semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, dan semua yang patut dipuji. Hanya dengan memilih yang benar, kita mampu menjaga diri dari hal-hal yang tidak benar.
Teens, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk berinteraksi dengan sesama, menyampaikan ide atau gagasan yang membangun, dan mencari informasi yang bermanfaat. Bahkan, media sosial bisa menjadi mimbar terbesar untuk memberitakan kasih Tuhan. Melihat kemajuan teknologi informasi saat ini, kita perlu berhati-hati terhadap jerat orang-orang yang hendak menjebak dalam tindakan salah atau dosa yang nantinya kamu sesali. Hati-hatilah dalam bermedia sosial!
