Kami sedih ketika mendengar salah seorang murid Sekolah Minggu yang telah beranjak remaja tidak lagi mau datang ke gereja. Ia memilih bermain dengan teman-teman barunya. Ia belajar minum- minuman keras dan mencuri uang orang tuanya untuk berfoya-foya bersama teman-temannya. Padahal, dulu ia adalah salah satu anak Sekolah Minggu yang aktif dan sering terlibat dalam berbagai kegiatan di gereja. Namun, menjelang SMA, ia salah bergaul sehingga perilakunya berubah sangat berbeda dari sebelumnya.
Dalam bacaan kita hari ini, Paulus mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Pada saat itu, tampaknya banyak jemaat yang hidupnya tidak sesuai dengan iman yang mereka yakini. Hal itu terjadi karena mereka terjebak dalam pergaulan yang buruk hingga membuat mereka terpuruk. Karena itu, Paulus menasihati jemaat agar memilih pergaulan yang baik dan bukan yang buruk. Sebagai orang yang telah menerima anugerah keselamatan melalui karya kematian dan kebangkitan Kristus, Paulus mengingatkan agar kita hidup sepadan dengan karya Allah bagi kita.
Teens, tidak ada nasib buruk; yang ada adalah pilihan-pilihan buruk. Pilihan yang salah inilah yang dapat membuat kamu terpuruk dan akhirnya mengalami nasib yang buruk. Ingatlah selalu bahwa Allah mengasihi dan mencintaimu. Yesus rela mati dan bangkit demi menyelamatkanmu. Bukan hanya itu, Yesus juga mau menjadi sahabatmu. Karena itu, hiduplah dalam kasih dan kuasa-Nya, supaya kamu terus bertumbuh dalam iman kepada-Nya. Jangan takut ditinggalkan oleh teman- teman yang memberi pengaruh buruk dalam hidupmu. Ketika teman-teman seperti itu menjauh darimu, ingatlah bahwa ada Yesus yang akan tetap menjadi sahabatmu. Ia adalah sahabat sejati yang akan membawa hidupmu kepada kebaikan.
