Awalnya, ia diam-diam menyaksikan film porno melalui gawainya. Namun, setelah itu, ia mulai kecanduan. Ia sering melakukan masturbasi, yaitu merangsang dirinya dengan sentuhan pada organ seksual untuk memperoleh kenikmatan. Kehidupan sosialnya pun berubah. Ia lebih suka menyendiri dan hampir tidak mampu mengendalikan keinginan seksualnya. Ia menjadi sulit berkonsentrasi dan sering melamun. Pelajaran di sekolah pun tertinggal. Yang ada hanya keinginan untuk melampiaskan hasrat seksualnya.
Itulah yang terjadi ketika seseorang mengalami kecanduan menonton film porno. Penulis Kitab Ibrani mengakhiri suratnya dengan berbagai nasihat yang berisi dorongan agar para pembaca hidup sesuai dengan firman Tuhan. Selain berbicara mengenai kasih, penulis Ibrani juga mengingatkan tentang pentingnya hidup dalam kekudusan. Bahkan, penulis menegaskan bahwa Allah tidak segan menghukum mereka yang berbuat cabul dan berzina. Keinginan untuk berbuat cabul dan berzina sering kali berawal dari hal kecil, misalnya ketika kamu diam- diam mulai menonton video porno. Tanpa sadar, kamu terikat oleh keinginan itu dan sulit melepaskan diri dari jeratnya. Hal tersebut dapat membuat kamu terpuruk.
Teens, jagalah dirimu dari segala yang jahat. Ketika kamu melakukannya, mungkin kamu merasa tidak ada yang melihat. Namun, Allah melihat apa pun yang kamu perbuat. Jika saat ini kamu sedang kecanduan menonton film porno, tetapkanlah hati dan bertekadlah untuk mengakhiri kebiasaan buruk itu. Mulailah menjaga diri agar tidak diperbudak oleh dosa seksual. Mintalah pertolongan Roh Kudus agar Ia melepaskan dan menolongmu untuk dapat menjaga diri dengan baik. Buanglah semua file atau hal-hal yang dapat membuatmu jatuh kembali dalam perilaku buruk yang sama.
