Sani memiliki suara yang bagus. Dengan kemampuannya itu, ia melayani sebagai pemimpin nyanyian umat. Beberapa kali, umat yang tersentuh oleh lagu yang dinyanyikan Sani memuji keindahan suaranya. Setelah itu, Sani menyadari suatu perasaan yang muncul setiap kali ia selesai melayani: perasaan ingin dipuji. Ia menantikan orang memberi pujian atau seseorang mengunggah videonya saat ia sedang menyanyi. Ia sadar bahwa motivasinya menyanyi bukan lagi untuk memuliakan Tuhan, melainkan untuk merebut kemuliaan Tuhan bagi dirinya sendiri.
Penulis Surat Ibrani menekankan bahwa kemuliaan Yesus jauh lebih besar daripada para malaikat, bahkan lebih besar daripada Musa yang sangat dihormati oleh orang Yahudi. Musa dihormati sebagai pembawa hukum Allah bagi bangsa itu. Musa pula yang telah memimpin umat Allah keluar dari tanah perbudakan di Mesir sehingga mereka dapat hidup kudus dan beribadah kepada Allah. Meskipun demikian, Yesus lebih besar daripada Musa. Jika Musa setia melayani sebagai pelayan (ayat 5), Yesus setia melakukan kehendak Allah dalam otoritas sebagai Anak Allah (ayat 6). Karena itu, setiap orang harus memandang kepada Yesus sebagai yang utama di atas segalanya.
Youth, merebut kemuliaan Allah dapat terjadi ketika kamu memindahkan fokus dari Tuhan kepada dirimu sendiri. Sadarilah bahwa setiap talenta, kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan yang kamu raih berasal dari Tuhan yang memercayakannya kepadamu. Arahkanlah hati dan pikiranmu hanya untuk kemuliaan Tuhan, sehingga orang lain dapat melihat Tuhan melalui hidupmu.
-
- Mengapa Yesus lebih mulia dibandingkan dengan Musa?
- Dalam hal apa kamu lebih memuliakan dirimu daripada Tuhan?
Pokok Doa: Kesadaran untuk selalu memuliakan Tuhan.
