Molokh adalah dewa yang disembah oleh bangsa Amon dan Fenisia pada zaman Perjanian Lama. Dalam penyembahan terhadap Molokh, anak-anak dibakar hidup-hidup sebagai persembahan. Ironisnya, sejarah mencatat bahwa bangsa Israel pernah ikut menyembah Molokh—termasuk Raja Ahas dan Manasye. Ketika manusia menukar Allah dengan ilah lain, hasilnya bisa sangat keji dan merusak. Allah sangat mengecam kekejian ini.
Mazmur 81:10 merupakan peringatan tegas dari Allah kepada umat Israel untuk tidak menyembah ilah lain. Hal ini diperingatkan Allah karena umat Israel sering tergoda untuk menyembah ilah- ilah bangsa lain, meskipun TUHAN telah membuktikan kasih setia. Penyembahan itu bukan sekadar ritual, tetapi melibatkan pengakuan hati dan ketundukan hidup. Menyembah ilah lain berarti mengkhianati perjanjian dengan Allah dan mengabaikan- Nya.
Sahabat Senior, seperti penyembahan Molokh, ketundukan pada ilah lain akan membawa kita pada kejahatan. Ilah lain bisa berwujud banyak hal, termasuk ego kita. Apakah kita mengutamakan ego sehingga menggeser Tuhan dalam hidup kita? Mari kita merenungkan kembali siapa yang paling kita utamakan dalam hidup ini. Jika ada hal-hal yang tanpa sadar telah menjadi “ilah” dalam hati kita, mari kita tinggalkan dan kembalikan takhta hidup kita hanya kepada Tuhan.
DOA:
Ya Tuhan, ampuni kami jika masih ada hal-hal yang menggeser Engkau dalam hidup kami. Kami mau menempatkan-Mu sebagai yang utama dalam hidup kami. Amin.
