Manusia memiliki kemampuan untuk merasakan kehadiran sesuatu yang secara fisik tidak terlihat, yang disebut presensi ilusi. Fenomena ini bisa terjadi saat kita berdoa atau saat mengingat orang yang kita kasihi. Para ahli menyebut hal ini sebagai salah satu bukti kuat bahwa manusia dirancang untuk merespons kehadiran, termasuk kehadiran yang tidak kasat mata. Dalam konteks iman, hal ini merupakan salah satu cara Tuhan mengingatkan kita bahwa Dia senantiasa menyertai— meskipun tak terlihat.
Meskipun telah berulang kali mengalami pertolongan dan mukjizat dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, umat Israel tetap saja mengeluh. Ketika mengalami kehausan, mereka melupakan semua mukjizat itu dan mencobai TUHAN. Mereka mempertanyakan penyertaan-Nya. Namun, TUHAN tetap bersabar terhadap mereka dan memberi air yang keluar dari batu. Itu adalah tanda bahwa Dia tetap setia, meskipun umat- Nya meragukan-Nya.
Sahabat Senior, di usia lanjut, tidak jarang kita menghadapi rasa sepi, kebimbangan, bahkan kekhawatiran akan masa depan. Dalam keadaan demikian, bisa saja muncul pertanyaan seperti yang pernah ditanyakan bangsa Israel: “Apakah Tuhan bersama saya?” Hari ini kita kembali diingatkan bahwa Tuhan selalu bersama kita dalam segala peristiwa yang kita alami.
DOA:
Tuhan, mampukan kami untuk terus percaya bahwa Engkau tetap menyertai kami, sekalipun dalam situasi yang penuh ketidakpastian. Amin.
