Banyak orang yang takut jika kesalahannya diketahui oleh orang lain, bukan karena takut telah melakukan kesalahan itu. Ketika melakukan kesalahan, ia cenderung berusaha menutupi kesalahan itu, alih-alih mengakui dan memperbaikinya. Orang-orang seperti itu bisa jadi tidak merasa bersalah atas kesalahan yang dilakukannya. Baginya, tidak ada masalah jika ia melakukan kesalahan; masalah akan terjadi jika kesalahan itu diketahui oleh orang lain. Ia terkadang melakukan kesalahan baru demi menutupi kesalahan sebelumnya. Ia akhirnya terjebak dalam lingkaran setan kesalahannya. Ia terus dibayangi oleh rasa takut jika kesalahannya terkuak dan diketahui oleh orang lain karena akan menimbulkan masalah baru.
Pemazmur mengungkapkan rasa bahagia ketika dosanya diampuni oleh Allah. Ia menggambarkan pengampunan dosa yang diberikan Allah sebagai rasa aman dan lega karena tidak lagi dikuasai oleh ketakutan akibat dosa. Pemazmur tidak berusaha menyembunyikan kesalahan dan dosanya dari hadapan TUHAN. Sebaliknya, ia justru mengakui setiap dosa dan kesalahannya yang telah ia lakukan. Ia percaya bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa dan kesalahannya.
Youth, pengakuan dosa merupakan sikap menyadari bahwa kita bersalah dan pada saat yang sama mengakui bahwa kita membutuhkan anugerah pengampunan dari Allah. Pengakuan dosa juga harus disertai dengan tekad yang kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama serta usaha yang sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri. Semoga inilah yang terjadi setiap kali kita mengakui dosa di hadapan Allah.
-
- Apa yang dirasakan oleh pemazmur setelah ia mengakui dosanya kepada Allah?
- Bagaimana cara kita meminta pengampunan dosa dari Allah?
Pokok Doa: Kerendahan hati dalam mengakui dosa di hadapan Tuhan.
