Teens, pernahkah kamu berdoa tetapi harapanmu tidak kunjung dikabulkan oleh Tuhan? Lalu, apakah kamu tetap setia mendoakannya? Tidak semua doa dan keinginan kita akan dijawab secara instan oleh Tuhan sesuai dengan keinginan kita. Sebab Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan dan kapan waktu terbaik kita mendapatkannya. Maka, ketika kita berdoa, dibutuhkan kerendahan hati untuk terbuka pada kehendak Tuhan, bukan memaksakan kehendak kita kepada-Nya.
Dalam Matius 15:21–28, diceritakan bagaimana Tuhan Yesus menerima permohonan seorang perempuan Kanaan. Perempuan itu memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan putrinya yang sedang kerasukan setan. Pada awalnya, Tuhan Yesus tidak menjawab karena saat itu Ia berfokus menyatakan karya Allah kepada orang-orang Yahudi, sedangkan perempuan itu bukanlah orang Yahudi. Meski tidak segera mendapat jawaban, perempuan itu tetap memohon dan berusaha agar didengar oleh Tuhan. Bahkan ketika Tuhan seakan menolak permohonannya, ia tidak menyerah. Ia memohon dengan kerendahan hati, bukan dengan memaksa atau mengancam, melainkan dengan ketekunan dan iman. Maka, melalui usaha dan imannya itulah, Tuhan mengabulkan permohonannya dan anaknya pun disembuhkan.
Teens, apa pun permohonan dan harapan yang kita naikkan dalam doa kepada Tuhan, naikkanlah itu dengan kerendahan hati. Jangan dengan paksaan atau ancaman. Mungkin saat ini doa kita belum dijawab, tetapi percayalah, Tuhan selalu mendengarkan doa-doa yang kita panjatkan, dan Ia akan menjawabnya sesuai dengan waktu dan kehendak-Nya. Tuhan tahu betul apa yang kita butuhkan. Maka, meskipun jawaban-Nya tidak persis sama dengan yang kita inginkan, kita percaya bahwa Tuhan memberikan yang terbaik bagi kita.
