Rasa takut merupakan peristiwa di saat manusia merasa gentar ketika menghadapi hal yang dirasa akan membawa bencana. Takut dapat timbul karena beberapa hal, seperti adanya ancaman yang mengandung bahaya baik secara fisik, emosional, maupun psikologis. Ancaman tersebut dapat bersifat benar-benar nyata atau bahkan hanya sekadar fantasi saja.
Dalam kisah Nabi Elia, rasa takut itu muncul dalam dirinya setelah ia mendapat ancaman dari Izebel yang akan membunuh Elia, seperti Elia telah membunuh nabi-nabi Baal dengan pedang. Ketakutan dalam diri Elia membuat ia pergi untuk menyelamatkan diri, bahkan sampai meninggalkan hambanya di Bersyeba. Rasa takut itu menggoncang rasa percaya dirinya dan rasa percayanya kepada Allah. Elia ingin mati, tak memiliki semangat hidup. Meskipun demikian, pada akhirnya ketika untuk kedua kalinya malaikat datang, Elia kembali makan sehingga kuat untuk melanjutkan perjalanan ke Gunung Horeb.
Ketakutan dapat menghampiri siapa saja. Pengalaman Elia mengajarkan kita agar ketika dicekam rasa takut, kita menjaga energi agar tetap memiliki kekuatan untuk menjalani hidup. Teruslah berjalan maju dan melanjutkan hidup kita karena pertolongan Tuhan pasti dinyatakan. Malaikat-Nya tetap menjaga dan menguatkan kita.
DOA:
Tuhan, kami serahkan rasa takut yang kadang hadir dalam hidup kami. Kami percaya akan perlindungan dan pertolongan-Mu. Amin.
