Lemari digunakan bukan hanya untuk menyimpan pakaian, aksesori, buku, tetapi juga barang- barang berharga lainnya. Orang-orang cenderung membeli lemari yang kualitasnya bagus dan mahal. Bahannya kokoh, antirayap, dan tidak mudah pecah. Orang rela membayar mahal asalkan awet dan bagus, daripada murah tapi gampang rusak. Alasannya sederhana, agar barang-barang yang kita simpan dalam lemari menjadi aman.
Kisah di atas adalah contoh sederhana tentang pertimbangan umum dalam membeli tempat penyimpanan barang berharga. Manusia memilih tempat penyimpanan yang bagus agar menghindari risiko kerusakan. Berbeda dengan itu, Tuhan justru memakai tempat penyimpanan yang rapuh untuk menyimpan yang berharga. Dalam 2 Korintus 4:1–12, Rasul Paulus menggambarkan dirinya sebagai tanah liat. Kita tahu bahwa tanah liat itu gampang pecah. Namun, dalam diri manusia yang rapuh dan terbatas ini, Tuhan memercayakan sesuatu yang indah dan berharga, yaitu menjadi pelayan-Nya yang dipercaya untuk memberitakan firman-Nya.
Youth, jangan pernah menolak panggilan Tuhan untuk melayani karena merasa tidak mampu. Jangan bersembunyi dalam kelemahan. Ingatlah bahwa Tuhan berkenan memakai kita dalam segala keterbatasan yang kita miliki. Ketika Tuhan berkehendak memakai kita untuk melayani Dia, maka Ia akan memperlengkapi kita. Ia akan memampukan kita untuk melayani- Nya. Melayani di tengah segala keterbatasan kita justru menunjukkan bahwa kemampuan melayani tak bergantung pada manusia, melainkan pada Tuhan yang memercayakan pelayanan itu.
- Ceritakan pengalaman Paulus yang terbatas dalam memberitakan Injil, berdasarkan 2 Korintus 4:1-12!
- Dalam keterbatasan kita, siapkah kita dipilih Tuhan untuk memberitakan Injil-Nya?
