Teens, apakah kamu memiliki harapan? Apa yang kamu lakukan agar harapanmu dapat terwujud? Hampir semua orang memiliki harapan, cita-cita, atau keinginan tertentu dalam hidupnya. Namun, tidak semua orang mau berusaha agar harapannya menjadi nyata. Berharap memang mudah, tetapi untuk mewujudkan harapan dibutuhkan usaha, ketekunan, dan kerja keras. Harapan tanpa usaha hanya akan menjadi harapan kosong. Demikian pula dengan usaha. Jika kita hanya mengandalkan diri sendiri tanpa bersandar pada kuasa Tuhan, maka usaha kita pun akan sia-sia.
Seorang perempuan yang sakit pendarahan dalam bacaan Alkitab hari ini juga memiliki keinginan untuk sembuh. Selama dua belas tahun ia menderita sakit dan tidak kunjung sembuh. Dua belas tahun bukanlah waktu yang singkat. Mungkin berbagai usaha telah ia lakukan untuk mencari kesembuhan, tetapi tidak juga ia dapatkan. Hingga akhirnya, harapan itu muncul kembali ketika ia mendengar tentang Yesus dan kuasa-Nya. Meskipun dalam kondisi lemah dan tidak berdaya, perempuan itu tidak hanya berdiam diri dalam pengharapannya. Tanpa ragu, ia menghampiri Yesus di tengah kerumunan orang banyak. Ia berusaha menyentuh jubah Yesus untuk memperoleh kesembuhan. Iman dan pengharapan yang besar, disertai usaha keras, akhirnya membuahkan hasil baginya. Harapannya untuk sembuh terwujud karena usaha keras dan kepercayaannya pada kuasa Tuhan.
Teens, mari kita belajar dari perempuan dalam kisah Alkitab hari ini, yang menaruh harapannya kepada Tuhan dan mewujudkannya melalui usaha yang sungguh-sungguh. Apa pun keinginan dan harapan kita, biarlah kita serahkan kepada Tuhan, sambil mengusahakan bagian kita sebaik mungkin. Kita percaya, Tuhan akan memberikan lebih dari yang kita harapkan, sesuai dengan kehendak-Nya.
