Opa Harun sudah pensiun lebih dari sepuluh tahun. Ia sempat merasa cemas karena tidak lagi memiliki gaji bulanan. Namun, perlahan ia menyadari bahwa pemeliharaan Tuhan tidak berhenti. Anak-anaknya bergantian memperhatikan kebutuhan orang tuanya. Kebun kecil di samping rumahnya juga memberinya kegiatan yang menyehatkan dan menyenangkan. Hasil kebunnya juga dapat ia nikmati.
Setelah menyeberangi Sungai Yordan, bangsa Israel merayakan Paskah pertama mereka di Tanah Perjanjian. Peristiwa ini menandai berakhirnya masa pengembaraan di padang gurun dan dimulainya kehidupan baru di negeri yang dijanjikan Allah. Selama 40 tahun TUHAN memelihara mereka secara ajaib setiap hari, salah satunya adalah dengan memberikan manna. Kini, ketika mereka telah berada di negeri yang subur, cara pemeliharaan TUHAN berubah. Manna berhenti diberikan bukan berarti TUHAN berhenti memelihara. Sebaliknya, TUHAN menyediakan makanan melalui hasil Tanah Kanaan.
Sahabat Senior, Tuhan memberi sesuai kebutuhan, bukan sekadar mengulangi mukjizat yang lama. Kadang-kadang orang percaya mengira Tuhan meninggalkan mereka ketika mukjizat tertentu tidak lagi terjadi. Padahal, Tuhan sedang bekerja melalui cara yang berbeda. Mari kita tetap percaya akan kasih dan pemeliharaan-Nya, meskipun cara-Nya berbeda dari apa yang kita pikirkan.
DOA:
Tuhan, terima kasih atas pemeliharaan-Mu bagi kami sampai hari ini, melalui berbagai cara yang baik sesuai kehendak-Mu. Amin.
