Di Nusantara ini pernah berdiri sejumlah kerajaan, tentu dengan raja-rajanya. Kerajaan-kerajaan ini berdaulat sendiri-sendiri sebelum bergabung ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) setelah proklamasi kemerdekaan. Raja dan kerajaan tersebut sebagian masih ada dan menjadi simbol sejarah dan budaya bangsa.
Mazmur 99 menggambarkan TUHAN sebagai Raja yang memerintah dengan penuh kuasa dan kekuatan. Raja-raja di dunia ini memiliki ketidaksempurnaan dan keterbatasan. Namun, TUHAN Sang Raja tidak demikian. Sebagai Raja atas semesta, TUHAN mencintai hukum, menegakkan kebenaran, dan memerintah dengan adil. Itulah yang mendorong pemazmur untuk mengajak umat memuliakan TUHAN. Ketika Allah memerintah sebagai Raja, Ia melindungi dan menolong umat-Nya. Ia menyertai para abdi-Nya yang Ia beri tanggung jawab untuk memimpin umat-Nya. Penyertaan-Nya kepada Musa dan Harun adalah contohnya. Ia menyertai umat-Nya sejak pembebasan dari Mesir, tanah perbudakan, sepanjang perjalanan di padang gurun, hingga tiba di tanah perjanjian. Sebagai Raja, TUHAN juga memerintah dengan responsif. Ketika Samuel berseru dalam doa, Ia segera menjawab dan menolongnya. Ketika pendosa menyesal dan bertobat, Ia memberi pengampunan.
Youth, Tuhan Sang Raja Semesta masih terus memerintah dan berkuasa atas seisi dunia, termasuk atas hidup kita. Kesadaran ini meneguhkan kita untuk menjalani kehidupan. Ketika perjalanan hidup tersendat dan menekan, ingatlah Tuhan selalu ada. Dia adalah Raja Yang Maha Kuasa.
- Apa yang membedakan raja dalam diri manusia dengan Tuhan sebagai Raja?
- Hal-hal apa yang sering membuat kita enggan datang kepada Tuhan?
Pokok Doa: Bersyukur atas pemeliharaan Tuhan Sang Raja Semesta.
